Minggu, 04 Januari 2015

Nulis Lagi

Hae.

Ajegile, udah lama gak nulis di blog, sekarang jari-jari dan otak gua malah kaku banget.

Ini tulisan gua yang baru setelah beberapa bulan gak nge-blog. Gak kerasa tahun sudah berganti, tiba- tiba udah memasuki bulan baru dan tahun baru.
Seperti kebanyakan orang lain, ada baiknya membuat target baru yang harus dicapai tahun ini. Tahun lalu sih gua sempet bikin, tapi kayaknya belom ada yang tercapai sama sekali.
Maklum, bikinnya waktu itu sambil ngekhayal tingkat dewa. Badan depan laptop, pikiran di dalem tanktop. Yah, namanya juga cowok.
Tapi sekarang, gua harus bikin gebrakan baru, atau kalo di-bahasa-inggris-in tuh jadi New Brack! #yaelah #maksabener

Salah satu target gua tahun ini adalah rajin menulis. Ya, menulis. Tahun lalu gua terlalu banyak menulis laporan praktikum, gua rasa modal itu cukup untuk kedepannya.
Yang jadi pertanyaan, apa yang mau gua tulis? Apa aja. Terserah gua, minimal 1 minggu tuh ada 1 buah tulisan yang akan gua posting disini.
Entah cuma berupa opini, kutipan, curhat, bahkan sampe artikel-yang-menurut-gua-penting-banget-sampe-harus-copas-dari-gugel.
Gua sih pengennya dari setiap tulisan itu ada hikmah yang bisa diambil, minimal ada pesan yang berguna buat orang yang baca nanti.
Kalo sampe ternyata gak ada hikmah yang bisa kalian ambil dari tulisan gua, well, gua rasa lo bisa sisihkan duit lo sebagian buat beli koran kalo mau cari tulisan berbobot.

Btw, sebenarnya sih gua pengen beneran "nulis". Menulis dalam arti sebenarnya, ambil pulpen atau pensil trus tulis di kertas. Bukan mengetik kayak gini.
Alasan gua simpel, gua pengen memperbaiki tulisan gua. Gua pengen tulisan tangan gua berkarakter dan (ehm) bisa dibaca.
Karena banyak temen-temen gua yang protes bahkan dosen pun ikut-ikutan protes kalo tulisan gua ini terlalu kecil untuk dibaca.
Komentarnya buruk semua, misalnya: "GILA! TULISAN LO GEDEIN DIKIT DONG! GUA GAK BISA LIAT! KACA PEMBESAR MANA KACA PEMBESAR?!"
Itu sih masih belom seberapa, gua masih bisa terima. Tapi kalo yang ini: "GILA! TULISAN LO KECIL BANGET! GAK MALU LO SAMA BADAN SENDIRI?!"
Oke, badan gua emang gede, but untuk yang satu ini: "GILA! TULISAN LO GAK KEBACA, NYET! GIMANA CARANYA GUA NYONTEK KERTAS UJIAN LO KALO TULISAN LO GAK KELIATAN?!"
Kalo untuk yang itu, waktu itu sih tangan gua diperban dan dia masuk rumah sakit. #oke #inimulaiserem #ternyatamasihadaRambodizamansekarang

Tapi gak semua sih ngasih komentar buruk, beberapa ada yang ngasih komentar positif.
Misalkan gua bisa nulis laporan praktikum di kertas HVS polos tanpa ada garis-garis bantu dengan rapih dan simetris. Gak semua orang bisa kayak gitu dan gua bangga.
Trus, meskipun tulisan gua kecil-kecil, tapi tulisan gua tuh konsisten kecil. Gak ada yang tiba-tiba gede kecil, ada tanda baca, trus ada rambu-rambu lalu lintas.
Itu doang yang bisa dibanggain :|

Salah satu target gua tadi adalah rajin menulis. Target berikutnya adalah jalan-jalan. Yoi, jalan-jalan.
Gua baru sadar bahwa jalan-jalan itu enak, asalkan duitnya cukup dan fisik mendukung. Tahun lalu gua sempet ngerasain jalan-jalan beberapa kali dan gua ketagihan.
Gua inget waktu itu dari Denpasar menuju Bogor lewat jalur darat, bukan jalur udara kayak orang mampu. Gua naik bis dari Denpasar menuju Pelabuhan Gilimanuk.
Lalu berlanjut naik kapal Feri menyebrang ke pulau Jawa, turun di Ketapang daerah Banyuwangi. Lalu dari Banyuwangi ke Bogor naik kereta api.
Dan pulangnya ke Denpasar pun tetap lewat jalur darat, ngikutin rute seperti saat berangkat cuma dibalik aja. Naik kereta api, broh!
Yap, naik kereta api! Udah gitu PP naik kelas eksekutif pula! Keren banget, kan? Etapi abis itu gua ngemil mie instan mulu :(

Gua juga inget beberapa bulan lalu gua diajak mendaki gunung di daerah Jawa Barat. Dan pengalaman itu emejing banget coy sampe bikin gua ketagihan buat naik gunung lagi.
Padahal gua tuh di Bali sering main ke pantai dan ngeliat gunung bertebaran, tapi entah kenapa mendaki itu lebih nikmat daripada sekedar melihat.
Dan gua sih pengen banget banget banget mendaki gunung Batur dan gunung Agung di pulau Bali. Tapi yah namanya juga manusia, berencana aja dulu biar mood yang menentukan.
Jeleknya ngerencanain naik gunung jauh-jauh hari sama beberapa temen tuh gitu, dari yang awalnya pada setuju ikutan ada 20 orang, ujung-ujungnya pas hari H cuma ada 2 orang.
Gua sih mendingan yang sifatnya dadakan. Rencanain siang ini, sore atau malemnya langsung beneran berangkat mendaki gunung. #kenapamalahcurhat

Yang paling gua inget dari tahun lalu berkaitan dengan jalan-jalan adalah gua berkunjung ke Pekanbaru, trus ngambil jalur darat.
Gua inget banget, waktu itu berangkat bareng keluarga, rombongan naik mobil, untuk menghadiri acara pernikahan siapa gitu lupa. #lah #tadikatanyainget #sekaranglupa


Mungkin itu aja salah dua resolusi yang gua bikin. Gua berharap sih lo juga bikin, tapi kalo bisa sih bisa terlaksana semua.
Yaa siapa tau aja resolusi lo gede-gedean trus ternyata beneran terlaksana, kalopun terlaksana tapi dalam skala kecil. Itu sih gua rasa lo perlu liat dari sudut lain dan bersyukur aja.
Seperti yang gua bilang tadi: "Yah, namanya juga manusia. Berencana aja dulu, biar mood yang menentukan."


Sejak kecil menjadi guru, sudah besar banyak pengalaman. Selamat tahun baru, teman!

Sabtu, 03 Mei 2014

Selamat Hari Pendidikan, ya!

Pendidikan. 

Gua selalu ngerasa pendidikan itu penting banget untuk dicicipi oleh semua orang. Khususnya buat anak-anak yang masih muda dan belia. Karena bagi gua pribadi, pendidikan adalah investasi. Semakin banyak pendidikan yang lo dapet, semakin keras hidup yang lo jalanin. Semakin sering lo mendidik diri sendiri agar memperoleh pendidikan, semakin besar investasi yang bisa lo ambil. 

Gua sendiri sekarang sedang kuliah. Dulu sempet merasakan lucunya saat TK, merasakan serunya saat SD, merasakan nakal-nakalnya saat SMP, merasakan indahnya SMK. Sekarang merasakan pahitnya kuliah.

Kawan, kuliah itu sebenarnya pahit. Gua masih berusaha dan menunggu dimana letak manisnya.

Terima kasih kepada seluruh tenaga pendidik. Baik guru, dosen, orang miskin, dan orang yang berhasil bertahan dari ujian hidup. 


Selamat hari pendidikan, ya! 

Sabtu, 05 April 2014

Jiwa Kami Berbeda

Kami adalah jiwa-jiwa perantau, jiwa yang mampu bertahan melewati kerasnya hidup pada sebuah pulau.

Kami adalah jiwa-jiwa yang resah, jiwa yang ringkih dalam hal berkeluh kesah.

Kami adalah jiwa-jiwa yang terbuang, jiwa seperti sepotong ranting yang selalu diabaikan banyak orang.

Tapi..

Kami adalah jiwa-jiwa pejuang, jiwa yang tetap percaya pada harapan untuk orang yang kami sayang.

Kami adalah jiwa. Ganggu kami sekali lagi, kematian yang kalian hadapi.

Jumat, 04 April 2014

Perihal Tentang Mantan

Bila kamu menganggap bahwa mantan adalah sampah dan orang lain yang mengambil mantan kamu adalah pemungut sampah, ketahuilah bahwa biasanya kamu salah.

Selalu ingat pesan ini, bagiku mantan adalah sampah yang bisa di daur ulang. Itulah sebabnya sebagian orang masih ingin balikan dengan mantannya lagi karena mantannya terlihat jauh lebih menarik saat berstatus mantan daripada saat berstatus pacar.

Bila kamu berprinsip "mantan adalah sampah", lalu mengapa kamu membuat sampah? Bukankah yang membuang sampah lebih cocok disebut sebagai tukang sampah?

Sekarang, siapakah sampah sesungguhnya?






Kamis, 03 April 2014

Untuk Wanita yang Sejak Pertama Aku Cinta

Untuk wanita yang sejak pertama aku cinta, demi seluruh semesta, bila tiba nanti waktunya untuk aku mencintai seorang wanita lagi, ingatlah bahwa kau selalu yang pertama.

Untuk wanita yang sejak pertama aku cinta, mungkin aku lelaki kedua yang bisa membahagiakanmu, namun ingatkah dahulu kau pernah mengucap janji setia untuk lelaki pertama? Aku banyak belajar dari dirinya.

Untuk wanita yang sejak pertama aku cinta, teruslah untuk terus menebar bintang dalam gubuk yang pernah kita tinggali bersama, karena di setiap sudut cahaya yang bersinar selalu ada banyak memoar.

Untuk wanita yang sejak pertama aku cinta, aku selalu ingat pesan yang menguar dari sepasang bibir indah pengecup pelangi, bahwa lelaki harus bisa menepati janji.

Untuk wanita yang sejak pertama aku cinta, aku menunggu waktu untuk segera bertemu.

Pacar?

Hai, selamat malam.


Di tengah sibuknya membuat tugas kuliah, tiba-tiba terbersit pertanyaan tentang pacar. Apa itu pacar? Kenapa gua harus butuh pacar?

Sepertinya sih enak kalo lagi sibuk ngerjain tugas kuliah trus dibantuin sama pacar. Sepertinya sih enak kalo lagi sibuk beresin kamar yang berantakan trus dibantuin pacar. Sepertinya sih enak kalo lagi berkarya di kamar mandi trus dibantuin pacar. Berkarya lah dengan pacar selagi mampu.

Tapi saya belum mampu punya pacar, bahagiain diri sendiri aja masih belom mampu, gimana nanti punya pacar?





Senin, 17 Maret 2014

Percakapan Segitiga

Ini adalah percakapan antara otak dan hati. Mereka berdua berdebat tentang siapa yang paling hebat.

Otak: Ti, apa kabar? Baik? Kacau? 
Hati: Berisik lo, tak. Diem aja lo. Lo gatau apa-apa tentang yang gua rasain. 
Otak: Yee, belagu bener lo, ti. Kalo gak ada gua juga lo gak bisa ngapa-ngapain.. 
Hati: Yee, lo kalo ngomong suka kaga ngotak emang..
Tubuh: Berisik bener lo pade, lo numpang tinggal di tempat gua aja pade belagu lo.. 
Otak & Hati : *mati*



Kamis, 23 Januari 2014

The Boy In The Striped Pyjamas

Beberapa waktu lalu saya menyempatkan diri untuk menonton sebuah film yang direkomendasikan oleh seorang teman. Judul film tersebut adalah "The Boy In The Striped Pyjamas". Saya menonton film ini 2 kali. Iya, 2 kali. Sengaja saya tonton 2 kali untuk mengutip beberapa kalimat yang sekiranya bermanfaat untuk saya renungkan kembali atau bermanfaat untuk anda juga. Saya paham beberapa dari anda benci spoiler atau bocoran cerita dari sebuah film, namun saya tekankan 1 hal, film ini banyak bercerita tentang nilai-nilai kehidupan dunia anak-anak dan juga sedikit sejarah tentang peperangan masa lalu. 

Dibawah ini adalah beberapa kalimat yang saya kutip dari dialog-dialog dalam film tersebut. 

Senin, 06 Januari 2014

Harga teman dan Sahabat yang berharga

Sahabat yang berharga adalah sahabat yang tidak pernah meminta harga teman. Harga teman adalah harga yang tidak pernah bersahabat. 

Senin, 30 Desember 2013

Resolusi 2014.

Ada solusi dalam resolusi. 
Terdapat kata "soul" dalam kata "solusi"-yang-sedikit-diotak-atik-susunan-hurufnya.
Itu artinya, setiap resolusi yang ingin dicapai harus benar-benar dijiwai. 
#bebasdehBang #apakatalodeh 

Ada banyak hal yang gue pengen di tahun 2014 nanti. Ada banyak banget harapan gue buat tahun 2014 nanti. Tapi daripada kebanyakan bikin resolusi tapi gak ada yang terwujud kayak resolusi 2013 lalu, mending gua bikin dikit tapi (semoga) bisa terwujud semua.

Beberapa resolusi gue dibawah ini, sebagian besarnya bertujuan untuk meminimalisir segala kelemahan gue yang mulai menjadi-jadi. Tapi ada juga beberapa resolusi yang sifatnya "pengen ini pengen itu".


Sabtu, 12 Oktober 2013

#Day5

Ini hari kelima saya menulis di #OktoberDigeber. Sedangkan seharusnya sudah hari keduabelas.

Kacau. Sangat kacau.

Mengingat saya cukup sibuk akhir-akhir ini, sehingga kegiatan mengosongkan sedikit waktu untuk menulis pun diabaikan. Saya memang lemah dalam hal ini. Apalagi dalam hal konsistensi. Tapi saya terus belajar, setidaknya saya mau belajar menaklukan masalah ini.

Sejujurnya, tidak sepenuhnya saya sibuk. Kesibukan yang saya maksud tidak seperti "super sibuk". Hanya saja, saya kesulitan membagi waktu untuk menulis. Terkadang, saya hanya menulis dan memperbanyak draft saja tanpa sempat untuk menyuntingnya kemudian saya posting di blog. Yaa namanya juga hidup, kadang sibuk, kadang sibuk banget.

Pertanyaan saya, akankah saya bertahan di #OktoberDigeber ini? Mari kita lihat diakhir bulan nanti, seberapa banyak tulisan yang saya muat, itulah usaha saya.

Jumat, 04 Oktober 2013

#Day4

Hai, selamat malam.

KOMIKA FAVORITE GUA : SAMMY @notaslimboy

Secara pribadi, gua menyukai bang Sammy dari segi penampilannya yang menurut gua luar biasa. Dari bentuk tubuh yang wow banget, berkacamata, dan senyuman yang unik. Dengan penampilannya tersebut, gua nyaman aja ngeliatnya. Secara materinya juga gua salut banget. Lucu dan selalu punya maksud baik. Mungkin masih banyak komika yang lebih lucu dan lebih bagus materinya dari bang Sammy, tapi gua ngerasa kayak udah jatuh hati ketika pertama kali liat bang Sammy stand up dengan materinya yang hebat banget itu.

Pertama kali gua tau stand up comedy dan tau bang Sammy itu dari acara televisi yang berjudul Stand Up Comedy Akhir Tahun. Gua sebelumnya gak tahu siapa itu bang Sammy, gua gak sempet nonton dia stand up di acara tersebut. Karena penasaran dengan penampilan luarnya yang unik, akhirnya gua iseng searching di google dan youtube. Dan berkat google serta youtube lah gua jadi tau siapa itu bang Sammy.

Gua salut banget sama mereka yang mau bekerja keras untuk menjadi seorang komika. Karena menurut gua, menjadi komika itu gak mudah. Perlu banyak proses, perlu banyak pengorbanan, perlu banyak pengalaman. Gak ada sesuatu yang instan. Semua harus ada langkah-langkahnya.

Makanya, gua salut banget sama komika-komika senior yang sebelumnya udah menghiasi dunia stand up comedy di Indonesia. Mereka para senior, mulai dari Bang Sammy, Om Mongol, Mas Pandji, Kak Raditya Dika, dll. Gua yakin, untuk bisa menjadi seorang komika professional seperti mereka, atau ingin melebihi komika senior seperti mereka, pasti untuk para pelaku baru stand up comedy di tanah air perlu banyak sekali proses yang harus dijalani. Dan semua proses yang harus dijalani itu udah pasti gak enak dan harus diterima sebagai pembelajaran diri supaya bisa menjadi komika yang professional.

Nah, gua juga berminat jadi komika. Gua berminat buat jadi komika bukan untuk sekedar keren-kerenan atau pengen ikut-ikutan aja. Gua ngerasa ini kayak panggilan hati buat gua. (ceilah). Nah, buat para komika baru di Indonesia (termasuk gua juga), mari kita sama-sama belajar dan turut memajukan jenis komedi ini di Indonesia. Jangan pernah menyerah untuk belajar, jangan pernah ngeluh kalo dapet hal yang gak enak ketika sedang openmic, dan jangan pernah berhenti untuk dukung komunitas daerah yang sudah membesarkan kalian jika sudah sukses nanti.

Viva la komtung!!!

#Day3

Hai, selamat malam. 

Dunia ini penuh dengan tanda tanya. Saya yakin sekali kita semua memiliki banyak sekali pertanyaan. Entah mengapa kita begitu ingin sekali mengetahui jawabannya, bahkan terkadang untuk pertanyaan yang tidak masuk akal serta tidak bisa dijawab sekalipun.

So, saya punya banyak sekali pertanyaan yang ingin saya cari tau jawabannya. Mungkin saja seharusnya saya tidak perlu mencari tahu lebih jauh jawabannya dengan alasan yang tidak perlu disebutkan. Karena terkadang, tidak semua pertanyaan bisa dijawab dan tidak semua jawaban bisa membuat kita puas diri. 

Saya selalu berpikir, setiap pertanyaan sudah ditakdirkan jawabannya. Tapi setelah beberapa tahun hidup dan beberapa tahun sekolah, ternyata gak semua pertanyaan memiliki jawaban. Bahkan sampai sekarang, saya dan mungkin beberapa diantara kalian tidak pernah tahu dan tidak perlu tahu jawabannya.

Ada satu pertanyaan dari saya: 

Mengapa semua tulisan dokter itu gak kebaca? Kenapa selama kuliah kedokteran gak nyempetin waktu buat fokus dimata pelajaran menulis rapi dibuku tulis bersambung? Kenapa?
Terima kasih. *melipir cantik cari makan malam*

Rabu, 02 Oktober 2013

#Day2

Percakapan Segitiga. Random yang membosankan.


Otak: "Hat, apa kabar? Baik? Kacau?"

Hati: "Berisik lo, tak. Diem aja lo. Lo gatau apa-apa tentang yang gua rasain."

Otak: "Yee, belagu bener lo, hat. Kalo gak ada gua juga lo gak bisa ngapa-ngapain.."

Hati: "Yee, lo kalo ngomong suka kaga ngotak emang.."

Tubuh: "Berisik bener lo pade, lo numpang tinggal di gua aja pade belagu lo.."


Otak & Hati: *mati*



#Day1


Judul kali ini adalah: CITA-CITA

Hai, selamat malam.

Kamu punya cita-cita? Btw, pertanyaan saya tadi seperti agen MLM yang sedang mencari downline, bertanya dengan penuh semangat, dengan harapan orang yang diberi pertanyaan "Anda punya mimpi?" bisa jadi bagian pemasukannya.

Saya punya cita-cita. Cukup banyak. Masih banyak yang belum tercapai.

Sewaktu saya kecil, saya bercita-cita ingin menjadi dokter. Alasannya? Simpel, seingat saya waktu itu memilih dokter sebagai cita-cita hidup saya adalah karena dokter banyak duitnya. Lalu uangnya bisa saya gunakan membeli mainan dan makanan yang saya suka.

Awalnya tidak ada masalah dengan cita-cita tersebut, kedua orangtua saya senang dan setuju mendengarnya. "Makanya kamu sekolah yang benar yaa, bang. Biar bisa kau dapat cita-citamu itu.." ujar papa saya. Mama saya tersenyum, lalu sedikit memberi saran: "Kalo bisa kamu jadi dokter anak aja, bang. Duitnya lebih banyak, loh!". Bila saya mengingat ini, mungkin baru sekarang saya terpikir ada darah cina dalam diri mama saya. Yang kepikiran malah duitnya ( -__-)

Seingat saya, alasan mama memberi saran untuk menjadi dokter anak, ialah:

  1. Anak kecil itu tubuhnya rentan kena penyakit.
  2. Anak kecil itu lebih banyak jumlahnya dibanding orang dewasa.
  3. Semakin banyak anak yang sakit, semakin banyak anak yang berobat ke dokter anak.
Oke. Terdengar masuk akal. Pada saat saya kecil dan diberitahukan alasan tersebut, saya hanya bisa mengangguk-angguk manja sambil sesekali menghisap ingus saya yang lagi mengalir lucu-lucunya.

Tapi, coba dibandingkan dengan yang sekarang. 

Seiring waktu berjalan, sepertinya cita-cita menjadi dokter itu hanyalah ucapan manis semata. Biaya pendidikan semakin tinggi. Kapasitas otak saya kurang mampu menggapai gelar "dokter". Lalu, jiwa saya yang meminta kebebasan. So, singkat cerita akhirnya cita-cita menjadi dokter itu pupus. 
(((cita-citaaaa... berakhiiirrr... di.. januuarriiii))) #okeitulebay

Ketika saya remaja, cita-cita saya berubah. Cita-cita saya berubah karena satu hal, yaitu: musik.

Saya ingin sekali menjadi seorang rapper atau penyanyi genre Hip-Hop. Cita-cita ini saya pilih karena: 
  • Dulu sering nonton MTV, lalu suka sama video clip musik Hip-Hop.
  • Seorang rapper, pasti banyak dikelilingi wanita seksi dan cantik.
  • Pasti punya mobil keren.
  • Fashion stylenya keren banget. 
  • Musiknya murni enak didengar.
Semua alasan itu karena saya kebanyakan nonton video clipnya. Sampai suatu hari saya sadar, semua kemewahan yang ada di video clip tersebut hanyalah properti. Barangkali saja properti tersebut boleh mengutang pada sebuah agen properti khusus. Siapa yang tau?

Lalu selera musik saya berubah lagi, kini menjadi musik Reggae. Buat yang gak tau seperti apa musik Reggae itu, anda pasti pernah mendengar lagu-lagu dari Bob Marley. Ya, Bob Marley identik dengan musik Reggae. Musik Reggae identik dengan Bob Marley. 

Saya menyukai musik Reggae karena enak didengar. Dan juga setelah saya membaca beberapa artikel yang terkait dengan musik Reggae dan pergerakan Bob Marley, saya mendapatkan sebuah pemahaman yang sejalan dengan ideologi saya. Reggae berbicara tentang "kebebasan, kebebasan yang bertanggung jawab, kebebasan yang memihak kaum tertindas".

Hampir mirip dengan ideologi saya, intinya yaitu tentang kebebasan. 

Cita-cita saya, ingin punya grup band yang membawakan musik Reggae. Pada kala itu, punya band sendiri adalah sebuah kebanggaan. Namun, lagi-lagi cita-cita tersebut tidak kesampaian. Huft.

Kini, teman-teman saya makin banyak. Selera musik saya beragam. Selain saya yang juga sering mencari musik yang kira-kira enak didengar, teman-teman saya juga punya banyak rekomendasi lagu-lagu keren. Sekarang selera musik saya lebih ke arah musik Jazz, R n B, dan semacamnya. Namun belum bisa benar-benar move on dari Hip-Hop dan Reggae. 

Lalu saya bercita-cita ingin bisa fasih bermain piano atau gitar. Yaa namanya juga masih labil, banyak banget godaannya. Pengen ini itu. Semua pengen dicobain. Jadinya? Yaa tau sendiri. Sampai sekarang saya belum fasih bermain gitar maupun piano, hanya mengenali nada-nada dasarnya saja.

Lalu sekarang bagaimana? Cita-cita saya simpel dan cukup klise dan sangat pasaran. 

Ingin menjadi orang yang sukses serta bisa membahagiakan orang sekitar.

Sangat klise, ya? Tidak apa-apa. Dibandingkan yang tidak punya cita-cita.